Pada materi kali ini akan membahas tentang Manajemen Bandwidth dan Permasalahan Bandwidth pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan Kelas XII SMK TKJ. Berikut ini pembahasannya, selamat belajar.

KOMPETENSI DASAR

3.12 Mengevaluasi manajemen bandwidth

3.13 Menganalisis permasalahan manajemen bandwidth

4.12 Mengkonfigurasi manjemen bandwidth

4.13 Memperbaiki konfigurasi manajemen bandwidth


MANAJEMEN BANDWITH

Pengertian Bandwidth

Bandwidth adalah besaran yang menunjukkan seberapa banyak data yang dapat dilewatkan dalam koneksi melalui sebuah network. Istilah ini berasal dari bidang teknik listrik, di mana bandwidth yang menunjukkan total jarak atau berkisar antara tertinggi dan terendah sinyal pada saluran komunikasi (band).

Banyak orang awam yang kadang menyamakan arti dari istilah Bandwidth dan Data Transfer, yang biasa digunakan dalam internet, khususnya pada paket – paket web hosting. Bandwidth sendiri menunjukkan volume data yang dapat di transfer per unit waktu.

Sedangkan Data Transfer adalah ukuran lalu lintas data dari website. Lebih mudah kalau dikatakan bahwa bandwidth adalah rate dari data transfer. Di dalam jaringan komputer, bandwidth sering digunakan sebagai suatu sinonim untuk data transfer rate yaitu jumlah data yang dapat dibawa dari sebuah titik ke titik lain dalam jangka waktu tertentu (pada umumnya dalam detik).

Jenis bandwidth ini biasanya diukur dalam bps (bits per second). Adakalanya juga dinyatakan dalam Bps (bytes per second). Secara umum, koneksi dengan bandwidth yang besar/tinggi memungkinkan pengiriman informasi yang besar seperti pengiriman gambar/images dalam video presentation.


Jenis – Jenis Bandwidth

Terdapat dua jenis bandwidth yaitu :

1. Digital Bandwidth: Digital Bandwidth adalah jumlah atau volume data yang dapat dikirimkan melalui sebuah saluran komunikasi dalam satuan bits per second tanpa distorsi. Satuan yang biasa digunakan adalah bits,Byte,Kilo,Mega,Giga
1bit mewakili data yang dikirim dalam bentuk digital (1 (on) dan 0(off)
1Byte(1B)=8bits | 1Kilobit(1kb)=1.000bits | 1KiloByte(1KB)=8.000bits
1Megabit(1Mb)=1000.000bits   1Gigabits(1Gb)=1.000.000.000 bits

2. Analog Bandwidth: Analog Bandwidth adalah perbedaan antara frekuensi terendah dengan frekuensi tertinggi dalam sebuah rentang frekuensi yang diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau siklus per detik, yang menentukan berapa banyak informasi yang bisa ditransimisikan dalam satu saat.

Pengertian dan Konfigurasi Manajemen Bandwidth

  • Management Bandwidth, adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk management dan mengoptimalkan berbagai jenis jaringan dengan menerapkan layanan Quality Of Service (QoS) untuk menetapkan tipe-tipe lalulintas jaringan. sedangkan QoS adalah kemampuan untuk menggambarkan suatu tingkatan pencapaian didalam suatu sistem komunikasi data.
  • Manajemen Bandwidth adalah pengalokasian yang tepat dari suatu bandwidth untuk mendukung kebutuhan atau keperluan aplikasi atau suatu layanan jaringan. Pengalokasian bandwidth yang tepat dapat menjadi salah satu metode dalam memberikan jaminan kualitas suatu layanan jaringan QoS = Quality Of Services).
  • Manajemen Bandwidth adalah proses mengukur dan mengontrol komunikasi (lalu lintas, paket) pada link jaringan, untuk menghindari mengisi link untuk kapasitas atau overfilling link, yang akan mengakibatkan kemacetan jaringan dan kinerja yang buruk.

    Maksud dari manajemen bandwidth ini adalah bagaimana kita menerapkan pengalokasian atau pengaturan bandwidth dengan menggunakan sebuah PC Router Mikrotik. Manajemen bandwith memberikan kemampuan untuk mengatur Bandwidth jaringan dan memberikan level layanan sesuai dengan kebutuhan dan prioritas sesuai dengan permintaan pelanggan.

    Simple Queues
    Queues adalah menu pada winbox dimana kita dapat memanagement bandwith pada suatu komputer client yang sesuai dengan keinginan admin. Dimana computer client di batasi akses upload dan download ke jaringan internet.

    Manajemen Bandwitdh pada RouterOS Mikrotik
    Pada sebuah jaringan yang mempunyai banyak client, diperlukan sebuah mekanisme pengaturan bandwidth dengan tujuan mencegah terjadinya monopoli penggunaan bandwidth sehingga semua client bisa mendapatkan jatah bandwidth masing-masing. QOS(Quality of services) atau lebih dikenal dengan Bandwidth Manajemen, merupakan metode yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada RouterOS Mikrotik penerapan QoS bisa dilakukan dengan fungsi Queue.
    Limitasi Bandwidth Sederhana
    Cara paling mudah untuk melakukan queue pada RouterOS adalah dengan menggunakan Simple Queue. Kita bisa melakukan pengaturan bandwidth secara sederhana berdasarkan IP Address client dengan menentukan kecepatan upload dan download maksimum yang bisa dicapai oleh client.

Contoh Konfigurasi Manajemen Bandwidth

Kita akan melakukan limitasi maksimal upload : 128kbps dan maksimal download : 512kbps terhadap client dengan IP 192.168.10.2 yang terhubung ke Router. Parameter Target Address adalah IP Address dari client yang akan dilimit. Bisa berupa :

Single IP (192.168.10.2)
Network IP (192.168.10.0/24)
Beberapa IP (192.168.10.2,192.168.10.13) dengan menekan tombol panah bawah kecil di sebelah kanan kotak isian.
Penentuan kecepatan maksimum client dilakukan pada parameter target upload dan target download max-limit. Bisa dipilih dengan drop down menu atau ditulis manual. Satuan bps (bit per second).

Dengan pengaturan tersebut maka Client dengan IP 192.168.10.2 akan mendapatkan kecepatan maksimum Upload 128kbps dan Download 256kbps dalam keadaan apapun selama bandwidth memang tersedia.

Permasalahan Manajemen Bandwidth

Solusi permasalahan Bandwidth Management

Optimalisasi penggunaan bandwidth adalah salah satu kewajiban dari administrator jaringan di suatu institusi atau kantor. Penggunaan bandwidth haruslah diusahakan seoptimal mungkin, sehingga pemakaian internet oleh user dapat dikontrol dengan baik.

Bandwidth management dapat dilakukan dengan berbagai cara,  mulai dari squid dengan delay_poolsnya yang cukup efektif untuk membatasi akses melalui http (port 80) dan kemudian penggunaan HTB yang dapat digunakan untuk mengontrol traffic untuk semua port.

Squid, selain berfungsi untuk bandwidth manajemen memungkinkan penggunanya untuk menghemat bandwidth internet. Squid berfungsi sebagai proxy server, sehingga halaman/file yang sudah diakses oleh pengguna yang menggunakan proxy server yang sama akan disimpan di dalam memory/harddisk. Sehingga ketika pengguna lain ingin mengakses halaman website/file yang sama. Proxy server tinggal memberikan data yang ada di dalam cachenya, sehingga tidak menggunakan koneksi internet lagi. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak, karena pengguna akan mendapatkan halaman/file yang diinginkan lebih cepat (karena menggunakan koneksi lokal) dan bandwidth internet secara keseluruhan akan dihemat karena proxy server tidak lagi mengunduh data yang diinginkan pengguna dari internet.

Permasalahan selanjutnya adalah apabila proxy server dan bandwidth manajemen (HTB)berada dalam satu server yang sama. HTB yang dijalankan dalam satu server dengan proxy akan membatasi semua jenis koneksi yang berasal dari server,  tidak perduli apakah traffic itu berasal dari internet atau berasal dari cache proxy. Konfigurasi seperti ini tidak efisien, karena seharusnya pengguna dapat mengunduh data yang terdapat di cache proxy dengan kecepatan penuh. Tanpa dibatasi oleh HTB.
Contoh:

Apabila bandwidth yang tersedia sebesar 512kbps dan dibagi untuk 4 client, masing-masing 128kbps. (Pembatasan dilakukan dengan menggunakan HTB)

Maka bandwidth maksimum yang didapatkan oleh client (pengguna) adalah 128kbps, ketika koneksi penuh. Tidak perduli apakah data yang diakses itu sudah berada di cache proxy atau tidak.

Yang kita inginkan adalah apabila data yang ingin diakes sudah berada di cache proxy, maka client tersebut harus dapat mengunduhnya dengan kecepatan LAN biasa (100mbps).

Solusi:

Ada beberapa macam solusi yang saya temukan untuk permasalahan ini.

1. Menggunakan Mikrotik <–> Squid with Tproxy  (2 Box) -> Lihat Referensi
2. Menggunakan Squid with ZPH <–> Mikrotik (2 Box) -> Lihat Referensi_1 -> Lihat Referensi_2
3. Menggunakan Squid with ZPH+HTB (1 Box) -> Lihat Referensi

Pengertian Bandwidth Internet

Secara teknis pengertian bandwidth adalah banyaknya data(bit) yang dapat dikirim atau diterima antar perangkat komputer dalam satu detik (BPS) Bit Per Second.

Sedangkan dalam kehidupan sehari-hari pengertian Bandwidth Internet  adalah batas kecepatan maksimal yang diberikan oleh ISP (Penyedia jasa layanan Internet) kepada kita untuk mengirim(upload) dan menerima(download) data dari dan ke jaringan internal atau ke internet.
bandwidth diibaratkan sebuah ukuran pipa yang akan lilalui oleh air,semakin besar pipa,makin besar pula data yang bisa mengalir melaluinya.

Karena komputer saling bertukar informasi dengan mengirim dan menerima data,maka bandwidth internet dibedakan menjadi 2 jenis yaitu:

Bandwidth Uplink (Batas Kecepatan Upload)

Upload adalah proses ketika kita mengunggah/mengirim data dari perangkat kita (gambar, text, video,dll) ke perangkat lain menggunakan jaringan komputer/ internet. Jadi sekecil apapun data yang kita kirim melalui jaringan komputer itu disebut upload (bahkan ketika kita mengirim pesan BBM, WA,FB ke teman kita sudah disebut upload).

Uplink digunakan ketika kita mengirim data lewat jaringan komputer/ internet, data ini bisa berupa text, audio, video, gambar dll. Seperti saat kita menulis status ke facebook atau menulis komentar ke blog, unggah gambar ke instagram, kirim foto ke temen, upload video ke youtube, dll. Penggunaan uplink tidak begitu besar dibandingkan penggunaan downlink oleh sebab itu kecepatan uplink tidak pernah ditulis jelas di iklan penjualan layanan Internet (ISP).

Bandwidth Downlink  (Batas Kecepatan Download)

Download adalah proses ketika kita mengambil data (gambar, text, video, dll) ke komputer kita menggunakan jaringan komputer atau internet. ketika kamu browsing kamu sudah melakukan kegiatan download, karena komputer /perangkat yang kita gunakan sudah mengambil data (gambar dan text) dari internet, pada umumnya download hanya diartikan ketika kita mengambil file music dan video dari internet.

Downlink digunakan untuk mengambil data menggunakan jaringan komputer internet,seperti disaat kita sedang menonton youtube,download music,gambar,mencari artikel dll.
Bandwidth yang tertera ketika kita melihat ” iklan penjualan Internet” adalah bandwidth downlink, sedangkan uplinknya tidak dicantumkan, karena user biasa lebih memerlukan bandwidth downlik daripada uplink. Uplink yang besar hanya diperlukan oleh server dan kalangan tertentu untuk mengupload file agar lebih cepat. Sebagai contoh youtuber biasanya membutuhkan upload yang besar untuk memepercepat proses upload video yang mereka buat.

TROUGHPUT

Troughput adalah kecapan yang kita dapat pada saat kita mengirim atau amenerima data menggunakan jaringan internet. Troughput disini diibaratkan air yang mengalir melalui pipa, yang besarnya dibatasi oleh besarnya pipa (bandwidth),jadi troughput tidak mungkin lebbih besar dari bandwidth yang telah ditentukan. tetapi troughput bisa lebih kecil dari yang telah ditentukan.
Banyak faktor yang mempengaruhi besarnya troughput yang kita dapat pada saat kita mengirim dan menerima data lewat jaringan internet,diantaranya:

  • Jam Sibuk
    Jika setiap jam sibuk mendadak internet jadi lemot,kemungkinan alokasi bandwidth ISP sedang penuh sesak,sehingga paket data yang kita kirim atau terima mengalami pending,biasnaya ISP akan membuat pool dimana user akan ditempatkan dalam jumlah tertentu dan diberi alokasi bandwidth y ang telah ditentukan,ketika semua user aktif maka paket data menjadi antre,tetapi ketika sedikit user yang aktif,kita bisa mendapat speed lebih dari yang ditentukan.
  • Kualitas jaringan     
    Jaringan paling bagus adalah jaringan kabel,karena bebas interferensi,jika Jaringan yang ISP atau  kita gunakan adalah wireless,biasanya akan lebih sering trouble karena wireless rawan akan  gangguan signal dari perangkat lain (interferensi) serta gangguan alam yang menyebabkan signal yang lemah(terhalang pohon,gedung,gunung ,hujan dll). Yang sering mengalami gangguan signal drop atau kualitas signal jelek(biasnaya interferensi)  biasanya para pengguna internet wireless(GSM, CDMA, WIFI) 
  • Kecepatan uplink server
    Server untuk website besar memang mengalokasikan uplink yang besar,tapi jika pengunjung berlebihan maka tidak tertutup kemungkinan uplink akan habis, sehingga ketika kita mengakses server tersebut dan mendownload data,maka kecepatan yang kita dapat tidak akan full.
  • Maleware
    Jika ada malware di komputer / jaringan bisa berimbas pada penurunan kualitas jaringan,karena jaringan atau komputer akan sibuk digunakan oleh si malware, jika kamu pengguna internet seluler (GSM CDMA) biasanya akan muncul trafic walau internet tidak digunakan, malware juga bisa mengubah routing  atau membelokan trafik ke jaringan malware itu sendiri ,sehingga komputer akan terasa lambat jika digunakan untuk mengakses internet.

Itulah pembahasan tentang Manajemen Bandwidth dan Permasalahan Bandwidth Kelas XII SMK TKJ pada mata pelajaran Administrasi Infrastruktur Jaringan. Semoga bermanfaat, sampai jumpa dimateri dan pembelajaran berikutnya. Silakan beri saran (masukan) ataupun pertanyaan, isi di kolom komentar ya. Terimakasih.